Fans Page Facebook http://imankatolik.or.id

imankatolik.or.id on Facebook

Kamis, 23 Mei 2013

23 Mei

"Lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya
lalu ia dibuang ke dalam laut. "

(Sir 5:1-8; Mrk 9:41-50)

" Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum
secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan
kehilangan upahnya."  "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari
anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu
kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.  Dan
jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau
masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua
tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
[di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.]
Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik
engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh
kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;  [di tempat itu ulatnya
tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.]  Dan jika matamu
menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke
dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua
dicampakkan ke dalam neraka,  di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan
api tidak padam.  Karena setiap orang akan digarami dengan api.  Garam
memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu
mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan
selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain." (Mrk 9:41-50),
demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
sederhana sebagai berikut:

·   Sabda hari ini mengingatkan kita semua agar  semua anggota tubuh
kita baik adanya, tidak hanya secara fisik, tetapi terutama dan
pertama-tama adalah secara spiritual, artinya semua derap langkah
anggota tubuh saya untuk melakukan apa yang baik, bermoral dan berbudi
pekerti luhur, bukan untuk melakukan kejahatan atau berbuat dosa. Maka
marilah kita mawas diri sejauh mana anggota-anggota tubuh kita tetap
bersih dari dosa-dosa? Kami percaya bahwa tidak ada seorangpun di
antara kita yang seluruh anggota tubuhnya sungguh bersih dari
dosa-dosa, paling tidak dalam hati atau batin atau pikiran pasti
pernah berbuat dosa, berprasangka jelek atau jahat terhadap orang
lain. Jika memang demikian adanya baiklah kita bersama-sama bertobat
atau memperbaharui diri, paling tidak mulai dari saat ini tidak
melakukan kembali apa yang tidak berkenan pada kehendak Allah. Semoga
derap langkah anggota tubuh kita dapat menjadi 'garam' bagi kehidupan
bersama, yang berarti membuat hidup bersama dimana pun dan kapan pun
semakin enak, menarik, mempesona dan memikat. Kepada mereka yang
dianugerahi ketampanan atau kecantikan fisik kami harapkan dengan
rendah hati bersyukur dan berterima kasih kepada Allah, serta tidak
dengan mudah mengkomersielkan diri, entah demi seks atau bisnis.
Ingatlah dan sadari penampilan diri anda yang kurang sopan alias
cenderung memamerkan anggota-anggota tubuh anda di muka umum melalui
iklan-iklan akan mengundang pikiran jahat dari orang-orang yang
menyaksikannya. Kami juga berharap kepada para pengusaha untuk tidak
mengiklankan produk-produknya dengan iklan-iklan yang merangsang orang
untuk berbuat jahat atau melakukan dosa.

·   "Jangan mengandalkan kekayaanmu, dan jangan berkata: "Ini cukup
bagiku." Hati dan kekuatanmu jangan kauturut untuk berlaku sesuai
dengan hawa nafsu hatimu.Jangan berkata: "Siapa berkuasa atas diriku?"
Memang Tuhan akan menghukum engkau dengan keras. jangan berkata:
"Betul, aku sudah berdosa, tetapi apakah menimpa diriku? Sebab Tuhan
panjang hati."Jangan menyangka pengampunan terjamin, sehingga engkau
menimbun dosa demi dosa." (Sir 5:1-5). Kutipan yang berupa
larangan-larangan ini kiranya cukup jelas dan bagi kita tinggal
melaksanakan atau menghayatinya, maka marilah kita bersama-sama dan
bergotong royong melaksanakan larangan-larangan di atas. Pertama-tama
dan terutama marilah kita tidak mengandalkan diri kita pada kekayaan,
harta benda atau uang, demikian juga hidup tidak mengikuti hawa nafsu.
Pada masa kampanye pemilihan umum pada umumnya ada organisasi atau
kelompok atau pribadi yang begitu mengandalkan harta benda atau
uangnya, dengan mudah membuang uang untuk berkampanye agar terpilih
sebagai kepala daerah, dan tentu saja setelah menjabat kepala daerah
orang yang bersangkutan akan melakukan korupsi seenaknya. Hidup kita
adalah anugerah Allah, demikian juga segala sesuatu yang kita miliki
atau kuasai sampai saat ini adalah anugerah Allah yang kita terima
melalui orang-orang yang telah mengasihi dan memperhatikan kita
melalui aneka cara dan bentuk, maka hendaknya kita dalam hidup dan
bekerja senantiasa mengandalkan diri para Penyelenggaraan Ilahi, bukan
mengikuti selera atau keinginan pribadi.

"Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam
kumpulan pencemooh,tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan
yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.Ia seperti pohon, yang
ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya,
dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil."
(Mzm 1:1-3)

Ign 23 Mei 2013

0 komentar: