Fans Page Facebook http://imankatolik.or.id

imankatolik.or.id on Facebook

Jumat, 31 Agustus 2012

Minggu Biasa XXII

Mg Biasa XXII/Mg Kitab Suci Nasional: Ul 4:1-2.6-8; Yak 1:17-18.21b-22.27;Mrk 7:1-8.14-15.21-23
"Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah".

Kitab Suci berisi tulisan-tulisan yang ditulis dalam ilham Allah, dan pertama-tama serta terutama untuk dibacakan, didengarkan dan dicamkan alias dicecap dalam-dalam, sehingga menjiwai cara hidup dan cara bertindak bagi orang yang mendengarkan dan mencecap dalam-dalam. Para pendahulu kita telah mencoba merenungkan dan mencecap dalam-dalam  apa yang tertulis di dalam Kitab Suci, serta kemudian meneruskannya kepada orang lain  ke dalam aneka bentuk tulisan reflektif, yang sungguh bermakna. Untuk itu kiranya kita berterima kasih kepada para pendahulu, dan sebagai ucapan syukur secara konkret, marilah apa yang mereka sharingkan ke dalam bentuk tulisan atau buku kita baca, renungkan dan cecap dalam-dalam, karena sebagaimana disabdakan oleh Yesus "Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya." (Mrk 7:15). Yang berasal dari luar diri kita ada aneka macam dan bentuk, entah itu berupa kata-kata, makanan maupun minuman dst.... Kita dengarkan dan cecap atau camkan dalam-dalam apa yang disabdakan oleh Yesus di atas.

"Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya." (Mrk 7:14-15).

Kita semua dapat tumbuh-berkembang sebagaimana adanya pada saat ini hemat saya merupakan buah pengolahan dan pencecapan apa yang kita terima dari luar diri kita, entah itu berasal dari manusia, binatang, tanaman maupun situasi dan kondisi lingkungan hidup kita, yang dapat berbentuk tindakan maupun kata-kata. Dari lingkungan hidup yang segar, bersih dan sejuk kita dapat menghirup udara sehat dan segar yang sungguh membuat tubuh kita sehat dan segar, demikian pula aneka tanaman dan binatang yang tumbuh berkembang secara organis menjadi komsumsi kita sehari-hari juga, tentu saja setelah diolah secara memadai. Kami percaya kita sungguh telah menikmati dan mencecap dalam-dalam hal-hal tersebut di atas serta kemudian tergerak terus-menerus untuk mengulanginya.
Tentu saja tidak hanya hal-hal yang dapat membuat tubuh kita sehat dan segar secara fisik saja yang kita butuhkan, melainkan kita juga membutuhkan kesehatan dan kebugaran sosial, emosional, intelektual maupun spiritual. Maka hendaknya juga tidak melupakan atau mengesampingkan apa saja yang dapat membuat diri kita sungguh sehat dan bugar tidak hanya secara fisik saja. Mungkin yang baik kita perhatikan pada masa kini adalah yang terkait dengan masalah spiritual, mengingat dan memperhatikan kwalitas hidup bersama masa kini.  Maka untuk membina, memperkuat dan memperdalam kwalitas hidup spiritual kita, marilah pertama-tama kita baca, renungkan dan cecap dalam-dalam sabda Tuhan sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci.

Mungkin kita lebih dahulu dengan rendah hati mengakui dosa dan kelemahan kita, karena apa yang telah kita 'keluarkan dari diri kita', yang pada umumnya tidak baik, sebagaimana disabdakan oleh Yesus: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang." (Mrk 7:21-23). Setelah mengakui dosa dan kelemahan, tentu saja kemudian melakukan apa yang sebaliknya, sehingga dari diri atau hati kita keluar apa-apa yang menyelamatkan dan membahagiakan, terutama kebahagiaan atau keselamatan jiwa manusia. Yang menyelamatkan dan membaha-giakan adalah segala pikiran baik, benar, mulia dan berbudipekerti luhur yang timbul dari hati yang suci, yang membaktikan diri seutuhnya kepada Tuhan. Sabda atau firman Tuhan hendaknya menjadi sanntapan hidup sehari-hari, dan semoga di Hari Minggu Kitab Suci Nasional hari ini kita semua semakin diingatkan, digerakkan dan digiatkan dalam pendalaman dan pembacaan Sabda Tuhan sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci. Kami ingatkan bahwa sabda Tuhan pertama-tama dan terutama untuk dibacakan dan didengarkan, maka bagi mereka yang bertugas membacakan hendaknya sungguh membacakan dengan baik, sehingga dapat didengarkan, dan mereka yang mendengarkan sungguh mendengarkan dengan baik sampai hati merasa 'ditusuk', sebagaimana sering digambarkan 'hati yang tertusuk oleh panah' sebagaimana simbol cintakasih. Tentu saja hati kita tertusuk oleh sabda-sabda atau firman Tuhan, karena apa yang tetulis di dalam Kitab Suci ditulis dalam ilham Allah dan "segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran" (2Tim 3:16).

"Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya." (Yak 1:17-18)

Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah memang baik adanya, dan jika ada yang tidak baik berarti datang dari manusia, yang suka bertindak hanya mengikuti kehendak dan kemauan sendiri. Aneka bencana alam maupun musibah (kebakaran, kecelakaan lalu lintas dst..) hemat saya merupakan buah keserakahan dan kejahatan manusia. Maka baiklah pertama-tama kita bersyukur dan berterima kasih atas segala sesuatu yang baik yang telah kita nikmati dan miliki, misalnya kecantikan atau ketampanan, kesehatan dan kebugaran fisik, sahabat dan kenalan, aneka makanan dan minuman, dst..

Tentu  saja kita semua dipanggil untuk merawat dan mengelola semua ciptaan Allah tetap baik adanya, antara lain lingkungan hidup. Maka dengan ini kami mengajak anda sekalian untuk menjaga dan mengelola lingkungan hidup sebaik mungkin sesuai dengan kehendak Allah, mengingat dan memperhatikan pemanasan global yang sedang berlangsung saat ini hemat saya merupakan kelalaian dan keteledoran manusia yang menguras isi bumi maupun membabati hutan/ tanaman seenaknya. Hendaknya lahan-lahan kritis segera diselamatkan dengan ditanami aneka jenis tanaman yang dapat membuat lingkungan hidup enak untuk didiami, menarik dan mempesona untuk didatangi. Hendaknya keluarga-keluarga memperhatikan gerakan menjaga dan mengelola lingkungan tempat tinggalnya, dan mendidik anak-anak untuk peka terhadap perawatan dan pelestarian lingkungan hidup. Sekolah-sekolah hendaknya juga memperhatikan masalah lingkungan hidup, tidak hanya secara teoritis saja, melainkan secara praksis.

Salah satu ancaman konkret perusakan lingkungan hidup masa kini adalah aneka produk plastic, yang semakin marak di pasaran. Maka kami harapkan kita semua tidak dengan mudah menggunakan produk-produk plastic, entah sebagai sampul atau tas dst…, karena kita semua tahu sampah plastic yang berserakan di sana-sini telah merusak lingkungan hidup. Marilah kita seminim mungkin menggunakan plastic, dan kalau perlu sama sekali tidak menggunakannya, serta jika perlu kita adanya gerakan melawan penggunaan plastic seenaknya, antara lain tidak mengkonsumsi aneka minuman dalam kemasan plastic. Perawatan dan pelestarian lingkungan hidup masa kini hemat saya merupakan opsi yang harus dikerjakan oleh siapapun yang mendambakan kesejahteraan hidup bersama. Hendaknya juga diusahakan penghematan penggunaan kertas, karena pemborosan kertas berarti berpartisipasi perusakan hutan atau lingkungan hidup.

"TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya."
 (Mzm 15)
Ign 2 September 2012

1sept


"Setiap orang yang mempunyai kepadanya akan diberi sehingga ia berkelimpahan"
(1Kor 1:26-31; Mat 25:14-30)
"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. .....Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."(Mat 25:14-18.29-30), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·  Sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan kita memiliki tugas sebagaimana juga ditugaskan oleh manusia pertama, yaitu: 'bekerja untuk menguasai bumi seisinya yang diciptakan Tuhan demi keselamatan jiwa kita maupun saudara-saudari kita'. Masing-masing dari kita juga dianugerahi  aneka keterampilan dan kecakapan atau bakat yang berbeda satu sama lain, dan diharapkan kita memperkembangkan dan memperdalamnya dalam dan melalui hidup sehari-hari. Kita kita mendambakan hidup berbahagia dan selamat baik di dunia maupun di akhirat nanti, setelah dipanggil Tuhan, hendaknya kita tidak menyia-nyiakan anugerah Tuhan tersebut atau hidup bermalas-malasan. Ingat dan sadari bahwa bermalas-malasan dalam hidup dapat menjadi 'tempat subur bagi setan' atau dalam bahasa Jawa disebut 'bantaling setan', sehingga orang yang bermalasan-malasan akan cenderung untuk melakukan aneka kejahatan, hal-hal tak bermoral dan tak berbudi pekerti luhur, yang mencelakakan dirinya sendiri maupun orang lain, terutama jiwanya. Anugerah apapun yang kita terima dari Tuhan, hendaknya diperkembangkan dan diperdalam serta kemudian disumbangkan dalam kehidupan bersama, karena dengan demikian anugerah tersebut akan berlipat ganda. Sebagai contoh: uang disimpan dalam almari besi atau 'dibawah bantal' tak akan bertambah atau bahkan semakin berkurang nilainya, maka jika uang hendaknya 'berjalan-jalan terus' alias difungsikan untuk mendukung tugas panggilan dari Tuhan: bekerja. Demikian juga otak atau pikiran semakin digunakan akan semakin diperkaya dan berkembang, dst..
·  "Jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan." (1Kor 1:29-31). Bermegah di dalam Tuhan berarti senantiasa setia dan giat melaksanakan kehendak dan perintah Tuhan dalam situasi dan kondisi apapun dan dimanapun. Dengan kata lain marilah kita setia dan giat menghayati panggilan maupun kharisma atau visi yang terkait dengan panggilan kita masing-masing, meskipun untuk itu kita harus menghadapi aneka masalah, tantangan dan hambatan. Sebagai orang yang telah dibaptis, yang menandai nama kita dengan nama santo atau santa, marilah kita kenangkan santo atau santa pelindung kita masing-masing, karena santo atau santa pelindung kita kiranya telah teruji dan sukses dalam bermegah di dalam Tuhan. Hendaknya kita jangan bermegah atau bangga hanya karena kita kaya akan pengetahuan maupun harta benda atau uang, karena dengan demikian kita akan tergerak untuk berbakti kepada 'berhala modern' tersebut serta kemudian melupakan atau meninggalkan Tuhan yang telah menciptakan dan mengasihi kita tanpa batas. Kita yang beriman kepada Yesus Kristus dipanggil untuk meneladan cara hidup dan cara bertindak Yesus, sebagaimana diwartakan di dalam Injil, maka marilah kita perdalam dan perkembangkan pengenalan kita akan Yesus Kristus agar kita dengan demikian lebih mudah dan tepat meneladan cara hidup dan cara bertindakNya. Tak kenal juga tak akan sayang, demikian kata sebuah pepatah, sebaliknya dengan mengenal kita akan tergerak untuk menyayangi atau mengasihi. "Witing tresno jalaran soko kulino" = cintakasih lahir dari kebiasaan, demikian kata sebuah peribahasa Jawa.
"Aku mau menyanyikan syukur kepada-Mu dalam jemaah yang besar, di tengah-tengah rakyat yang banyak aku mau memuji-muji Engkau. Janganlah sekali-kali bersukacita atas aku orang-orang yang memusuhi aku tanpa sebab, atau mengedip-ngedipkan mata orang-orang yang membenci aku tanpa alasan. Karena mereka tidak membicarakan damai, dan terhadap orang-orang yang rukun di negeri mereka merancangkan penipuan, mereka membuka mulutnya lebar-lebar terhadap aku dan berkata: "Syukur, syukur, mata kami telah melihatnya!"
(Mzm 35:18-21)
Ign 1 September 2012

Kamis, 30 Agustus 2012

31 agt


"Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana."

(1Kor 1:17-25; Mat 25:1-15)

 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya." "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat." (Mat 25:1-15), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Bodoh dan bijaksana dalam hal hidup beriman atau beragama hemat saya lebih erat kaitannya dengan hati daripada otak, dengan kata lain bijaksana merupakan cirikhas hidup orang baik, berbudi pekerti luhur atau bermoral. Kita semua kiranya mendambakan diri tumbuh berkembang menjadi pribadi yang bijaksana, maka marilah kita perhatikan pembinaan atau pendampingan hati, jiwa dan akal budi kita. Memang kesehatan dan kebugaran fisik juga penting, karena ketika tubuh kita sehat dan bugar kiranya kita akan mendapat kemudahan untuk mengembangkan dan memperdalam hati, jiwa dan akal budi. Maka marilah pertama-tama kita berusaha menjaga kesehatan dan kebugaran fisik kita, yang memang di dalamnya secara inklusif kita juga memperhatikan jiwa, hati dan akal budi kita. Tumbuh-berkembang menjadi bijaksana juga erat kaitannya dengan 'talenta' yang dianugerahkan Tuhan kepada kita, entah itu berupa kesehatan, keterampilan, kebugaran, kecerdasan dst.., maka jika kita mendambakan diri kita tumbuh berkembang menjadi pribadi yang bijaksana hendaknya mengembangkan dan memperdalam talenta yang telah dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita. Segala macam dan bentuk talenta ketika dikembangkan serta disumbangkan kepada orang lain tidak akan berkurang, melainkan akan bertambah dan semakin mendalam dan handal. Usaha untuk bijaksana juga perlu disertai dengan doa atau kehidupan rohani yang baik dan memadai, maka hendaknya jangan melupakan hidup doa atau hidup rohani sehari-hari.

·   "Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah." (1Kor 1:22-24). Orang-orang Yahudi lebih menekankan adat-istiadat dan orang-orang Yunani lebih menekankan logika atau pikiran, yang pada hemat saya keduanya sungguh sangat terbatas untuk memahami kebijaksanaan dan kekuatan serta rahmat atau hikmat Allah. Kekuatan dan hikmat Allah bagi orang yang beriman pada Yesus Kristus adalah 'Salib'. Ingatlah dan sadari bahwa kita sering membuat tanda salib, tanda salib kita buat dalam mengawali dan mengakhiri doa atau pekerjaan, dengan harapan kita akan melakukan segala sesuatu dengan semangat Yang Tersalib, yaitu dengan membaktikan diri seutuhnya pada apa yang ditugaskan atau diwajibkan bagi kita sebagai umat beriman atau beragama. Maka marilah kita bekerjasama, saling membantu dalam membaktikan diri dalam tugas, pekerjaan dan tugas pengutusan. Untuk itu jelas tak akan terlepas dari aneka penderitaan dan perjuangan, sebagai konsewensi dari kesetiaan dan ketaatan pada tugas, pekerjaan dan tugas pengutusan. Marilah kita tinggalkan adat-istiadat yang tidak sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan zaman maupun cara berpikir yang tidak sesuai dengan kehendak dan perintah Tuhan. Jauhkan juga cara berpikir yang hanya mengikuti selera atau keinginan pribadi.

" (Berbantahlah, TUHAN, melawan orang yang berbantah dengan aku, berperanglah melawan orang yang berperang melawan aku! Peganglah perisai dan utar-utar, bangunlah menolong aku, Biarlah mendapat malu dan kena noda, orang-orang yang ingin mencabut nyawaku; biarlah mundur dan tersipu-sipu orang-orang yang merancang kecelakaanku! Biarlah mereka seperti sekam dibawa angin, didorong Malaikat TUHAN"

 (Mzm 35:1-2.4-5)

Ign 31 Agustus 2012