Fans Page Facebook http://imankatolik.or.id

imankatolik.or.id on Facebook

Sabtu, 23 Juni 2012

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis


HR KELAHIRAN YOHANES PEMBAPTIS: Yes 49:1-6; Kis 13:22-26; Luk 1:57-66.80

"Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia"

Anak yang masih dalam kandungan ibu pada umumnya, sang ibu dan bapak sudah mulai merencanakan nama anak yang akan lahir nanti; menyiapkan dua nama laki-laki atau perempuan. Dengan kata lain pemberian nama pada anak datangnya tidak tiba-tiba, melainkan dipikirkan dan direnungkan cukup lama, sesuai dengan dambaan atau harapan terhadap anak tersebut. Dalam suku-suku tertentu memiliki tradisi: nama marga harus dipakai dalam nama anak yang baru saja dilahirkan, sebagaimana juga harus terjadi dengan anak yang dilahirkan oleh Elisabet: anak laki-laki yang dilahirkan harus menggunakan nama ayahnya, yaitu Zakheus. Namun Zakheus telah menerima wahyu dari Allah ketika ia akan dikandung oleh Elisabet, bahwa Elisabet isterinya akan mengandung seorang anak laki-laki dan harus dinamai Yohanes. Pemberian nama Yohanes pada anak yang dilahirkan oleh Elisabet menggemparkan saudari-saudarinya dan masyarakat, karena tidak seperti biasanya, maka merekapun berseru atau bertanya-tanya "Menjadi apakah anak ini nanti?".

"Menjadi apakah anak ini nanti? Karena tangan Tuhan menyerati dia" (Luk 1:65)

Kelahiran Yohanes secara fisik kiranya sungguh merupakan keajaiban atau anugerah luar biasa, karena dalam usia lansia Elisabet mengandung dan melahirkannya, ia yang telah disebut mandul tiba-tiba mengandung dan melahirkan seorang anak. Kehendak Tuhan memang tidak sama dengan kehendak manusia, dan berkenaan dengan Yohanes pun kiranya ayahnya, Zakheus maupun ibunya, Elisabet, pasti berjanji kepada Tuhan jika dianugerahi anak akan dipersembahkan kepada Tuhan, dan terserah Tuhan menghendakinya. Tangan Tuhan menyertai Yohanes sejak masih ada di dalam kandungan atau rahim Elisabet; berada di tangan Tuhan memang mau tak mau harus setia mengikuti kehendak dan perintah Tuhan.

"Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." (Luk 1:13-17), demikian sabda Tuhan melalui malaikatNya perihal masa depan Yohanes, yang telah lahir dari kandungan Elisabet.

Yohanes memiliki tugas dan panggilan "menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya", dengan kata lain ia dipanggil menjadi 'bentara Penyelamat Dunia', orang yang mempersiapkan dan merintis jalan bagi kedatangan Penyelamat Dunia. Sebagai orang beriman berarti Tuhan senantiasa menyertai kita, maka kita sebagai orang beriman juga dipanggil untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan, mempersiapkan saudara-saudari kita, umat manusia untuk siap sedia menerima kedatangan Tuhan. Salah satu tugas atau pekerjaan orang yang mempersiapkan kedatangan orang penting dan terhormat adalah mengadakan pembersihan lingkungan, mengatur lingkungan hidup sedemikian rupa sehingga layak untuk didatangi atau dikunjungi. Kita dipanggil untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan berarti kita harus lebih baik mengusahakan kebersihan dan kelayakan lingkungan hidup.

Membersihkan dan mengatur lingkungan hidup tentu saja pertama-tama dan terutama yang perlu dibersihkan dan diatur ialah manusia-manusianya, karena jika manusianya bersih dan teratur dengan demikian lingkungan hidup juga akan bersih dan teratur. Manusia yang bersih artinya bersih dari dosa, dengan kata lain hidupnya baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur, maka marilah kita ajak saudara-saudari kita yang berdosa untuk bertobat. Marilah mereka yang cara hidup dan cara bertindak amburadul kita ajak hidup dan bertindak teratur. Salah satu bentuk keteraturan antara lain orang setia dan disiplin dalam melaksanakan tugas pekerjaan atau kewajibannya. Kesetiaan dan kedisiplinan pada masa kini sungguh mendedak dan up to date untuk kita hayati dan sebarluaskan dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari.

"Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak. Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita" (Kis 13:24-26)

"Membuka kasut dari kakiNya pun aku tidak layak", demikian ungkapan atau kata Yohanes yang hendaknya kita renungkan atau refleksikan serta hayati. Kata-kata atau ungkapan ini hemat saya menunjukkan kerendahan hati seseorang, dan keutamaan kerendahan hati merupakan keutamaan dasar dan utama, yang mendasari keutamaan-keutamaan lainnya. Sekali lagi kami angkat salah satu arti rendah hati, sebagaimana pernah saya sampaikan: "Rendah hati adalah sikap dan perilaku yang tidak suka menonjolkan dan menomorsatukan diri, yaitu dengan menenggang perasaan orang lain. Meskipun pada kenyataannya lebih dari orang lain, ia dapat menahan diri untuk tidak menonjolkan dirinya" (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 24)

Penghayatan rendah hati pada masa kini antara lain adalah tidak mudah mengeluh atau menggerutu ketika menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan selera pribadi atau orang menyakiti dan mempersulit hidup dan kerja kita. Pada masa kini hemat kami orang dengan mudah mengeluh dan menggerutu ketika harus mengkonsumi makanan yang tidak enak namun sehat, demikian juga ketika harus bekerja berat sesuai dengan panggilan dan tugas pengutusannya. Kami harapkan anak-anak sedini mungkin dibiasakan mengkomsumi makanan dan minuman yang sehat meskipun tidak enak dengan berpedoman pada 'empat sehat lima sempurna'. Jika orang dalam hal makan dan minum tidak mudah mengeluh atau menggerutu, maka yang bersangkutan juga akan mudah untuk berperilaku rendah hati.

"Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi." (Yes 49:6), demikian firman Allah kepada Yesaya, sang nabi. Sebagai orang beriman kita memiliki panggilan kenabian juga, maka marilah kita senantiasa berusaha untuk menjadi 'terang bagi bangsa-bangsa'. Hidup dan bertindak menjadi terang berarti senantiasa dalam keadaan baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur alias tidak pernah mengecewakan dan melukai orang lain sedikitpun. Dengan kata lain marilah kita senantiasa saling berbuat bagi dengan sesama atau saudara-saudari kita tanpa pandang bulu atau SARA.

"Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah" (Mzm 139:13-15)

Ign 24 Juni 2012

  

 

 


Jumat, 22 Juni 2012

23 Juni

"Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan"

(2Taw 24:17-25; Mat 6:24-34)


Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Mat 6:24-34), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

 

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

Cukup banyak orang pada masa kini hidup mendua atau bekerja siang malam serta kurang istirahat karena khawatir akan apa yang akan dipakai, dimakan dan diminum hari esok. Ada juga orang yang mengumpulkan harta benda atau uang untuk ˜tujuh turunan", sehingga siang malam kerja keras dan mungkin juga termasuk melakukan korupsi. Sabda hari ini kiranya mengajak dan mengingatkan kita semua untuk setia pada tugas dan panggilan atau pekerjaan utama, bukan sambilan atau sampingan. Memang tugas sambilan atau sampingan sering lebih enak dan nikmat, sebagaimana isteri kedua atau suami kedua alias WIL atau PIL, karena kurang atau tidak menuntut tanggungjawab, dan yang penting membayar dengan uang.

 

Janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari�, demikian sabda Yesus, yang hemat saya juga sering kita doakan  setiap hari dalam doa Bapa Kami, yaitu “Berilah kami rezeki hari ini secukupnya�. Secukupnya berarti bukan sebanyak-banyaknya. Kembali perihal hidup mendua atau ‘double life’ , yang sering dilakukan oleh mereka yang terpanggil, entah terpanggil menjadi imam, bruder, suster maupun bapak dan ibu. Ada orang sukses dalam tugas sebagai imam, bruder atau suster, tetapi sukses juga secara diam-diam dalam hal berpacaran, demikian juga ada orang yang nampak mesra dengan pasangan hidupnya, tetapi juga sukses dan mesra dengan teman selingkuhnya. Kepada mereka yang hidup mendua kami ajak untuk bertobat dan kembali kepada tugas atau panggilan utama atau pokok.

 

"Beginilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Ia pun meninggalkan kamu!" (2Taw 24:20). Kita semua kiranya mendambakan senantiasa beruntung dalam kehidupan dan tugas maupun pekerjaan kita masing-masing. Jika kita mendambakan keberuntungan hendaknya jangan pernah meninggalkan Tuhan dalam hidup dan kerja setiap hari dimana pun dan kapan pun. Ingatlah, sadari dan hayati bahwa kita semua berasal dari Tuhan dan harus kembali kepada Tuhan pada waktunya, yaitu ketika dipanggil Tuhan atau meninggal dunia. Kita akan dapat kembali hidup mulia bersama Tuhan di sorga jika selama hidup di dunia ini kita senantiasa bersamaNya, artinya hidup baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur. Tidak meninggalkan Tuhan berarti juga tidak pernah selingkuh atau menyeleweng dari tugas dan panggilan atau pekerjaan utama. Perselingkuhan suami atau isteri pada masa kini semakin marak, seiring dengan kebebasan dan kemudahan berkomunikasi, entah melalui HP atau Internet. Bahkan saya pernah mendengar ada kelompok ibu-ibu yang berselingkuh dan telah bercerai dengan suami atau pasangan hidupnya, dengan kata lain menjual diri atau melacur dengan bebas. Demikian juga ada pemuda atau bapak yang menjadi gigolo alias piala bergilir bagi para ibu atau perempuan yang haus akan seks. Tuhan hadir dan berkarya dimana-mana dan kapan saja, tak terikat oleh ruang dan waktu, maka segala perselingkuhan anda akan diketahui olehNya.

 

Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi dia. Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit. Jika anak-anaknya meninggalkan Taurat-Ku dan mereka tidak hidup menurut hukum-Ku, jika ketetapan-Ku mereka langgar dan tidak berpegang pada perintah-perintah-Ku� (Mzm 89:29-32)

 

Ign 23 Juni 2012

Kamis, 21 Juni 2012

22 Juni


"Dimana hartamu berada di situ juga hatimu berada"

(2Raj 11:1-4.9-18.20; Mat 6:19-23)

 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu." (Mat 6:19-23), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Hati adalah pelita kehidupan, maka orang akan kelihatan baik atau buruk tergantung dari hatinya. Keadaan hati orang dapat dicermati dalam hal-hal apa yang menjadi perhatiannya dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hari. Orang yang perhatiannya pada hal makan dan minum berarti apa yang ada dalam hatinya hanya kenikmatan makanan dan minuman saja, demikian juga orang yang omongan dan perhatiannya hanya masalah seksual, berarti yang ada di dalam hatinya adalah kenikmatan seksual.  Sebagai orang beriman kita dipanggil untuk memiliki perhatian dalam hal iman, dimana hati senantiasa dipersembahkan kepada Allah melalui perhatian terhadap keselamatan pribadi maupun saudara-saudarinya. Maka dengan ini kami mengharapkan para orangtua untuk lebih memperhatikan kehidupan beriman, baik pada dirinya sendiri maupun pada anak-anak yang dianugerahkan oleh Allah. Sekiranya kita kaya akan uang dan harta benda, baiklah kita sadari dan hayati bahwa semuanya itu merupakan anugerah Allah, maka semakin kaya akan uang dan harta benda hendaknya juga semakin beriman kepada Allah, menjadi orang yang peka terhadap kebutuhan sesamanya, 'to be man or woman with/for others'. Sebaliknya kepada mereka yang miskin atau berkekurangan dalam hal uang atau harta benda kami harapkan juga tidak bersikap materialistis, melainkan hendaknya percaya kepada Penyelenggaraan Ilahi, percaya bahwa ada orang-orang yang baik hati akan menolong atau membantunya sesuai dengan kebutuhan anda masing-masing. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus kami harapkan meneladan Yesus, yang walaupun kaya, telah memiskinkan diri untuk memperkaya orang lain.

·   "Sesudah itu masuklah seluruh rakyat negeri ke rumah Baal, lalu merobohkannya; mereka memecahkan sama sekali mezbah-mezbahnya dan patung-patung dan membunuh Matan, imam Baal, di depan mezbah-mezbah itu. Kemudian imam Yoyada mengangkat penjaga-penjaga untuk rumah TUHAN." (2Raj 11:18). "Rumah Baal" adalah rumah dewa-dewa, yang berarti tempat penyembahan berhala-berhala. Berhala-berhala masa modern saat ini antara lain menggejala dalam aneka bentuk harta benda atau uang, khususnya generasi muda atau remaja dan anak-anak adalah sarana –prasarana modern seperti HP, komputer maupun Ipad, maklum mereka 'dilahirkan di depan HP, komputer atau Ipad' sehingga sangat sulit terpisahkan dari sarana-prasarana tersebut. Kami berharap kepada para orangtua maupun guru atau pendidik untuk memperhatikan hal ini. Mungkin sulit atau tak mungkin sama sekali memisahkan mereka dengan IT tersebut, namun kiranya baik diusahakan agar mereka pernah mengalami dalam jangka waktu tertentu tidak menggunakan IT tersebut, agar dapat mengambil jarak terhadap IT serta memfungsikannya sebagai sarana untuk mamanusiakan manusia. Sebagai contoh di Seminari Menengah Mertoyudan para seminaris tidak boleh membawa HP, dan penggunaan Internet pun dibatasi. Kami berharap  di sekolah-sekolah juga diberlakukan untuk waktu tertentu atau jangka waktu tertentu para siswa/murid tidak diperkenankan membawa HP. Semoga para tokoh agama apapun dapat menjadi teladan dalam pemberantasan sembah-sujud pada berhala-berhala modern ini, dan dapat menjadi teladan dalam pemfungsian IT sebagai sarana, bukan tujuan. Dengan kata lain hidup dan bertindak sederhana pada masa kini hemat saya sungguh penting dan mendesak untuk dihayati dan disebarluaskan.

"TUHAN telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: "Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu; jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka, maka anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu." Sebab TUHAN telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya: "Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya" (Mzm 132:11-14)

Ign 22 Juni 2012