Fans Page Facebook http://imankatolik.or.id

imankatolik.or.id on Facebook

Sabtu, 19 Mei 2012

Minggu Paskah VII


Mg Paskah VII/Hari Komunikasi Sedunia: Kis 1:15-17.20a.20c-26; 1Yoh 4:11-16; Yoh 17:11b-19

"Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran"

Kesadaran untuk pendidikan anak-anak atau generasi muda semakin meningkat dan mendalam, dan kita semua kiranya menyadari bahwa menjadi orang yang cerdas secara spiritual, handal dan kompeten dalam menanggapi kebutuhan dan perkembangan zaman. Perubahan dan perkembang-an yang terjadi di dunia masa kini memang membutuhkan orang-orang yang sungguh cerdas secara spiritual, handal dan kompeten serta senantiasa siap sedia untuk segala kemungkinan dan kesempatan. Seminari Menengah St.Petrus Kanisius Mertoyudan- Magelang memiliki visi "Seminari adalah komunitas pendidikan calon imam tingkat menengah yang handal dan kompeten". Hari-hari dalam masa Novena Roh Kudus ini kiranya kita semua mendambakan dapat menerima anugerah Roh, tujuh karunia Roh Kudus, yaitu: "Roh Hikmat, Roh Pengertian, Roh Nasihat, Roh Keperkasaan, Roh Pengenalan akan Allah, Roh Kesalehan, Roh Takut Akan Allah" (lih PS no 93). Maka marilah kita renungkan sabda Yesus hari ini, dan saya dengan sederhana berusaha untuk merefleksikannya.

" Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran" (Yoh 17:17-19)

Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus kita diutus ke dalam dunia, berpartisipasi dalam seluk beluk dunia, hidup mendunia atau membumi. Tantangan dan masalah dalam kehidupan di dunia ini sungguh besar dan berat. Harian Kompas tanggal 16 Mei 2012 yang lalu di halaman pertama mengetengahkan bahwa "Mental Korupsi sudah merata"; sikap mental dan tindakan korupsi merata dalam diri para pejabat dan petinggi pemerintahan dan masyarakat kita. Maka hemat kami semakin mendunia, berpartisipasi dalam seluk-beluk dunia harus semakin beriman, karena tanpa iman hidup mendunia pasti amburadul. Dengan demikian tepatlah sabda dan harapan Yesus : "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firmanMU adalah kebenaran…. Aku menguduskan diriKu bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran"

Aneka macam kebenaran atau ajaran harus diketahui dan dikuasai dengan baik dan benar, agar kita selamat dalam mendunia, berpartisipasi dalam seluk-beluk dunia. Peranan pendidikan atau sekolah hemat saya sungguh besar dalam usaha mengetahui dan menguasai kebenaran-kebenaran dan ajaran-ajaran. Maka kami berharap kita semua sungguh memiliki opsi pada aneka usaha dan gerakan pendidikan yang benar dan baik. Salah satu pembantu dalam usaha mengetahui dan menguasai kebenaran dan ajaran adalah para guru atau dosen di sekolah-sekolah atau perguruan-perguruan tinggi, namun sungguh memprihatinkan bahwa perhatian untuk menjadi guru maupu terhadap guru di sekolah-sekolah tidak memadai sebagaimana diharapkan. Banyak orang mengeluh terhadap dan mengritik kwalitas pendidikan, tetapi tidak rela berkorban bagi pendidikan, entah itu dengan tenaganya maupun harta kekayaannya. Maka ada lagu bagi para guru yang berjudul "pahlawan tanpa jasa", pejuang dan pekerja keras yang menerima imbal jasa tidak memadai.

Seminari Menengah, termasuk Seminari Menengah St Petrus Kanisius Mertoyudan-Magelang, merupakan salah satu usaha atau pelayanan untuk mempersiapkan dan memupuk mereka yang terpanggil untuk menjadi imam agar menjadi 'kudus dalam kebenaran dan firman atau ajaran'.  Tuntutan dan kebutuhan sarana-prasarana untuk mempersiapkan dan memupuk panggilan para seminaris atau calon imam semakin meningkat, sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Gedung atau bangunan serta sarana-prasarana yang dibangun kurang lebih 50 (lima puluh) tahun lalu kurang memadai lagi bagi proses pembelajaran dan pendidikan seminaris masa kini, maka kami harus mengadakan rehabitasi maupun pengadaan sarana-prasarana serta bangunan/gedung, dan untuk itu membutuhkan uluran kebaikan dan bantuan anda. Dengan renda hati kami mengetok hati anda sekalian untuk membantu pengembangan dan perbaikan bangunan maupun sarana-prasarana penyelenggaraan Seminari Menengah St.Petrus Kanisius Mertoyudan- Magelang. Ulurkan dana, uang, harta, perhatian maupun doa anda bagi penyelenggaran pendidikan para calon imam ini. Jika hari kita kita diajak mengenangkan Hari Komunikasi Sedunia, ingat bahwa kata komunikasi berasal dari bahasa Latin "communicare", yang berarti antara lain saling berbagi dan saling memberi. Berbagilah dan pedulilah pada kami, Seminari Menengah St.Petrus Kanisius, Meertoyudan-Magelang. 

"Kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia" (1Yoh 4:14-16)

Sebagai orang beriman atau beragama kami harapkan "kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita", yang berarti kita senantiasa ada, hidup dan bergerak dalam kasih, saling mengasihi satu sama lain tanpa pandang bulu. Tidak hidup dan bertindak saling mengasihi berarti tidak beriman, tidak percaya kepada Allah alias atheis. Jika dicermati kiranya cukup banyak orang pada masa kini kurang atau tidak beriman, yang antara lain dapat dilihat dalam tindakan korupsi maupun amoral lainnya yang masih marak pada masa kini, bahkan mereka yang bernaung di bawah departemen yang harus membina manusia agar cerdas beriman sarat melakukan korupsi dan tindakan amoral, yaitu 'departemen pendidikan dan departemen agama'. Sekali lagi saya angkat sesuatu yang memprihatinkan, yaitu: ujian nasional tingkat SMP dan SMA yang berlalu bulan lalu dijaga atau diawasi oleh polisi berarti sekolah adalah pendidikan penjahat, yaitu korupsi karena kebiasaan menyontek.

Hidup dan bertindak dalam kasih Allah berarti hidup baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur. Maka kami berharap kepada para orangtua untuk mendidik dan membina anak-anaknya sedini mungkin menjadi orang yang baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur dengan nasihat maupun teladan orangtua, dan selanjutnya hal ini diperdalam dan diperkembangkan di sekolah-sekolah, sebagai pembantu para orangtua dalam mendidik anak-anaknya. Orangtua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya, sedangkan sekolah merupakan pembantu orangtua, maka hendaknya ada kerjasama antara orangtua dan sekolah/para guru.

 "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." (Kis 1:24-25), demikian doa para rasul untuk mohon terang dan bantuan Allah dalam rangka memilih generasi pengganti atau penerus. Doa macam ini hendaknya juga dilakukan oleh para orangtua, guru atau pendidik dalam rangka mendidik anak-anak atau peserta didik. Marilah kita mohon terang Allah untuk memilih apa-apa saja yang baik untuk kita lakukan dan sampaikan atau ajarkan/dididikkan bagi anak-anak atau peserta didik. Di sekolah-sekolah hendaknya setiap awal sekolah diselenggarakan doa bersama di antara para guru/pendidik dan kemudian bersama-sama dengan peserta didik. Para orangtua kami harapkan setiap hari mendoakan anak-anaknya agar tumbuh berkembang menjadi pribadi yang cerdas beriman.

"Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!... tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita."

 (Mzm 103:1-2.11-12)

Ign 20 Mei 2012

Note: refleksi ini saya buat sekaligus sebagai persiapan kotbah dalam Misa Minggu di gereja paroki-Purbayan, Solo, dalam rangka usaha sumbangan untuk rehabilitasi bangunan Seminari Menengah St.Petrus Kanisius Mertoyudan. Jika anda tergerak untuk membantu silahkan hubungi kami via email. 


Kamis, 17 Mei 2012

19 Mei


"Kamu telah mengasihi Aku dan percaya bahwa Aku datang dari Allah"

(Kis 18:23-28; Yoh 16:23b-28)

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa." (Yoh 16:23b-28), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Allah telah mengasihi kita dengan total melalui Yesus Kristus yang telah mempersembahkan DiriNya sampai wafat di kayu salib dan kemudian dibangkitkan dari mati. Maka selayaknya jika kita harus mengasihi Yesus serta percaya bahwa Ia datang dari Allah ke dunia untuk menyelamatkan seluruh dunia seisinya. Sebagai bukti bahwa kita mengasihi Yesus adalah kita dipanggil untuk meneruskan karya penyelamatan dunia dengan berpartisipasi dalam seluk beluk dunia alias dengan sepenuh hati 'mendunia'. Memang hidup 'mendunia' pada masa kini kita harus menghadapi aneka macam tantangan, masalah dan hambatan, maka baiklah dengan penuh percaya kita mohon kepada Allah agar Ia senantiasa menyertai dan mendampingi kita dimana pun kita berada atau kemana pun kita pergi. "Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikanNya kepadamu dalam namaKu", demikian sabda Yesus. Memohon sesuatu kepada Allah atas nama Yesus kiranya berarti mohon karunia Roh Kudus, sebagaimana sedang kita hayati pada hari-hari ini dalam rangka Novena Roh Kudus. Mohon karunia Roh Kudus berarti mohon agar dianugerahi keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai kehidupan, seperti "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri" (Gal 5:22-23), sehingga cara hidup dan cara bertindak kita dijiwai oleh keutamaan-keutamaan tersebut. Pada masa kini yang perlu kita hayati dan sebarkan antara lain adalah 'kesetiaan', mengingat dan memperhatikan cukup banyak orang tidak atau kurang setia pada iman, panggilan dan tugas pengutusannya, yang nampak dalam aneka bentuk pelanggaran tata tertib dan aturan setiap hari.

·   "Dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias." (Kis 18:28), demikian berita perihal Apolos yang berpartisipasi dalam pewartaan Kabar Baik, bahwa Yesus adalah Mesias, Penyelamat Dunia yang dinantikan semua orang. Kitab Suci memang merupakan refleksi atas iman kepada Yesus Kristus, Mesias, Penyelamat Dunia. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus kita dipanggil untuk menyebarluaskan iman kita dimana pun dan kapan pun, dan untuk itu ada kemungkinan kita harus menghadapi aneka bantahan atau sanggahan perihal iman kita. Ketika berusaha menanggapi bantahan atau sanggahan hendaknya berpedoman pada apa yang tertulis di dalam Kitab Suci, maka untuk itu kami berharap kepada kita semua untuk dengan tekun dan rajin membaca apa yang tertulis di dalam Kitab Suci serta merenungkannya. Bacalah Kitab Suci setiap hari agar memperoleh kekuatan dan inspirasi untuk penghayatan iman maupun memperjuangkan aneka kebenaran. Ingatlah dan sadari bahwa para santo-santa atau tokoh-tokoh di dalam Gereja Katolik sungguh hidup dan bertindak berdasarkan sabda Allah sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci, sehingga mereka sungguh setia dalam penghayatan iman maupun panggilan dan tugas pengutusan. Baiklah dalam rangka Novena Roh Kudus dimana juga dibacakan Kitab Suci kita dengarkan dan renungkan dengan baik, sehingga kita dapat memahami apa yang tertulis di dalam Kitab Suci serta kemudian menjadikannya pedoman atau inspirasi dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari dimana pun dan kapan pun, sehingga kita senantiasa siap sedia menghadapi aneka bantahan atau sanggahan iman kita.

"Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul sebagai umat Allah Abraham. Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi; Ia sangat dimuliakan" (Mzm 47:8-10)

Ign 19 Mei 2012


18 Mei

"Seorang perempuan berduka pada saat ia melahirkan"

(Kis 18:9-18; Yoh 16:20-23a)

" Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku." (Yoh 16:20-23a), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Secara harafiah rekan-rekan perempuan yang pernah mengandung dan melahirkan anak kiranya dapat menyetujui dan memahami sabda Yesus bahwa "Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia". Kami mengajak anda sekalian untuk memahami sabda Yesus ini secara rohani atau spiritual, dan untuk itu saya akan mencoba mereflesikan secara sederhana bagi anda sekalian. Sabda Yesus ini kiranya juga mengindikasikan bahwa "penderitaan dan salib tak terpisahkan dari kebangkitan" yang berarti keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai kehidupan sejati lahir dari penderitaan dan kesengsaraan akibat dari kesetiaan dan ketaatan pada panggilan dan tugas pengutusan. "Jer basuki mowo beyo"= hidup mulia dan sejahtera terjadi karena perjuangan dan pengorbanan, demikian kata pepatah Jawa. Sabar lahir ketika harus antri atau menunggu, rendah hati dan lemah lembut lahir ketika orang diejek, dihina dan direndahkan karena setia pada panggilan dan tugas pengutusan harus bekerja keras dan tidak mengeluh atau menggerutu, dst.. Kami berharap para ibu atau rekan perempuan yang telah mengandung dan melahirkan anak dapat membagikan pengalamannya kepada suaminya maupun anak-anaknya; sedangkan suami yang baik kiranya juga dapat menghayati pengalaman isterinya yang melahirkan. Marilah kita bekerja keras dan setia pada panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing, meskipun untuk itu kita harus menderita dan sengsara. Tumbuh berkembang menjadi pribadi yang cerdas beriman tak akan terlepas dari penderitaan, tantangan dan perjuangan.

·   "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini." (Kis 18:9-10), demikian firman Tuhan kepada Paulus, rasul agung. Jika kita dengan benar dan cermat melihat dan memperhatikan lingkungan hidup kita maupun tempat yang akan kita datangi atau kunjungi kiranya orang-orang baik dan berbudi pekerti luhur lebih banyak daripada orang-orang yang jahat dan tak bermoral; memang mereka yang jahat hanya sedikit sekali, namun sering bersuara keras dan menakutkan. Marilah dalam Roh dan kerendahan hati kita temukan kebaikan dan keutamaan yang hidup dan dihayati oleh saudara-saudari kita, dengan kata lain kita lihat dan imani kehendak baik saudara-saudari kita. Hemat saya semua orang pasti berkehendak baik, tetapi karena keterbatasannya sering perilaku atau tindakannya tidak sesuai dengan kehendaknya. "Jangan takut" senantiasa disabdakan kepada orang-orang terpilih. Baiklah kita sadari dan hayati bahwa masing-masing dari kita adalah 'yang terpilih' (ingat dan sadari bahwa ada jutaan sperma dan hanya satu sperma yang terpilih untuk bersatu dengan sel telor, dan kemudian tumbuh berkembang menjadi manusia, yaitu kita semua). Hendaknya kita tidak takut untuk berbuat baik, melakukan apa yang baik, dan ada kemungkinan dalam melakukan apa yang baik terpaksa melanggar tata tertib atau aturan. Tata tertib atau aturan sifat terbatas untuk wilayah atau daerah tertentu, sedangkan apa yang baik senantiasa berlaku secara universal, kapan saja dan dimana saja. Kebaikan ada pada tingkat moral atau spiritual rational yang mengatasi tata tertib atau aturan.

"Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita, Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya" (Mzm 47:2-5)

Ign 18 Mei 2012