Fans Page Facebook http://imankatolik.or.id

imankatolik.or.id on Facebook

Jumat, 04 Mei 2012

5 Mei


"Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu Aku akan melakukannya"

(Kis 13:44-52; Yoh 14:7-14)

" Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." (Yoh 14:7-14), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Sebagai orang beriman atau beragama kiranya kita sering berdoa dan dalam doa-doa kita pasti kita mengajukan permohonan-permohonan kepada Tuhan. Sabda hari ini mengajak dan mengingatkan kita semua agar jika mengajukan permohonan-permohonan kepada Tuhan, hendaknya dalam nama Tuhan. Permohonan dalam nama Tuhan berarti apa-apa yang berguna bagi keselamatan atau kebahagiaan jiwa manusia, entah jiwa kita sendiri maupun jiwa saudara-saudari kita. Di dalam doa umat pada Perayaan Ekaristi hari Minggu dapat kita lihat bahwa ada 4(empat) permohonan, dimana 3 (tiga) permohonan pertama untuk orang lain dan baru permohonan keempat atau terakhir untuk diri sendiri. Pertama-tama kita mohon agar para pemimpin, entah pemimpin masyarakat maupun Gereja, senantiasa memperhati-kan mereka yang dipimpin, antara lain dengan menghayati fungsi kepemimpinan dalam semangat melayani. Kemudian kita mohon bagi mereka yang tersingkir, miskin dan berkekurangan dengan harapan memperoleh perhatian atau uluran kasih dari saudara-saudarinya dan baru kemudian mohon untuk diri sendiri agar kita hidup dan bertindak sesuai dengan sabda Tuhan, sebagaimana diwartakan pada hari yang bersangkutan. Maka mengajukan permohonan dalam nama Tuhan untuk diri sendiri berarti kita mohon agar dapat hidup baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur. Percayalah bahwa jika kita mohon hal ini pasti dikabulkan dan tentu saja pengabulan tersebut butuh kerjasama kita, dengan kata lain kita senantiasa berusaha untuk hidup baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur.

·   "Inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."(Kis 13:47). Perintah kepada Petrus ini kiranya juga bagi kita semua umat beriman. Sebagai umat beriman kita telah ditentukan "menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah serta membawa keselamatan sampai ke ujung bumi". Untuk itu tentu saja kita sendiri senantiasa berada di dalam 'terang', artinya kita sungguh menjadi orang baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur. Pada masa kini kiranya cukup banyak orang berada di dalam kegelapan alias kurang baik, kurang bermoral atau kurang berbudi pekerti luhur, entah karena mereka masih suka melakukan korupsi atau dosa dalam aneka bentuk, seperti bohong, menipu, malas, suka menyakiti orang lain dan balas dendam, dst… Marilah mereka yang berada di dalam kegelapan ini kita dekati dengan rendah hati untuk meninggalkan kegelapan menuju ke terang, meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah dan kemudian hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Allah. Kami percaya kita semua setiap hari bepergian, entah dekat atau jauh, dalam rangka melaksanakan tugas pengutusan atau pekerjaan kita masing-masing, maka kami berharap kemana pun anda pergi atau dimana pun anda berada kami harapkan anda dapat menjadi 'terang' bagi saudara-saudari anda atau sesama anda. Percayalah jika kita sungguh dalam terang alias hidup dan bertindak senantiasa bersama dan bersatu dengan Tuhan, maka kita pasti akan mampu mengajak mereka yang berada didalam kegelapan untuk menuju ke terang, bertobat dengan meninggalkan aneka perbuatan jahat dan kemudian senantiasa berbuat baik.

"Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah! " (Mzm 98:1-4)

Ign 5 Mei 2012


4 Mei

"Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu"

(Kis 13:26-33; Yoh 14:1-6)

 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yoh 14:1-6), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

 

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Warta Gembira hari ini kiranya baik untuk menjadi permenungan bagi kita semua dalam rangka mengenangkan saudara-saudari, ibu-bapak, nenek-kakek kita yang telah dipanggil Tuhan, mendahului perjalanan kita untuk kembali ke sorga, hidup mulia dan bahagia selama-lamanya bersama Tuhan. Atau mungkin juga baik kita renungkan atau kenangkan riwayat santo atau santa pelindung kita masing-masing, yang kita imani telah hidup mulia selamanya di sorga. "Baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan" (Rom 14:8b), demikian keyakinan iman Paulus, yang selayaknya juga menjadi keyakinan iman kita semua. Jika hidup dan mati adalah milik Tuhan alias anugerah Tuhan, maka hidup mulia selamanya di sorga setelah meninggal dunia juga anugerah Tuhan. Tentu saja orang akan menerima anugerah ini jika menghayati hidup serta segala sesuatu yang kita miliki, kuasai dan nikmati saat ini adalah anugerah Tuhan, sehingga menghayati hidup maupun memfungsikan segala sesuatu sesuai dengan kehendak dan perintah Tuhan. Marilah kita imani juga bahwa mereka yang telah dipanggil Tuhan karena kemurahan hati serta belaskasihNya telah hidup mulia selamanya disorga serta kemudian mendoakan kita semua yang masih hidup dan berjuang di dunia ini untuk menyusul mereka pada waktunya. Dengan kata lain kita tidak terpisahkan dari mereka yang telah meninggal dunia jika kita hidup dalam Tuhan alias hidup baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur. Percayalah bahwa mereka yang telah dipanggil Tuhan senantiasa mendoakan kita, maka marilah kita meneladan cara hidup dan cara bertindak mereka selama di dunia ini yang sesuai dengan kehendak Tuhan, yang baik dan berbudi pekerti luhur.

·   "Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita" (Kis 13:26), demikian kutipan kotbah Petrus. Kita semua orang beriman adalah keturunan Abraham, dan diharapkan takut akan Allah. Cukup menarik dan mengesan jika kita mencermati apa yang terjadi dalam kebanyakan umat beriman masa kini, yaitu lebih takut kepada manusia atau ciptaan Allah lainnya daripada takut kepada Allah.

Mereka ketika berada sendirian di kamar atau di suatu tempat hidup dan bertindak seenaknya karena tidak dilihat orang, sementara itu Allah melihatnya. Takut akan Allah berarti ketika sendirian dimana pun dan kapan pun orang tetap setia kepada kehendak dan perintah Allah, dengan kata lain orang akan lebih bersyukur dan berterima kasih karena dapat bermesraan bersama dengan Allah tanpa gangguan. Bukankah hal yang demikian ini dilakukan oleh mereka yang sungguh sedang melakukan latihan rohani, bertapa, bermeditasi atau berkontemplasi? Maka dengan ini kami angkat salah satu semangat atau  spiritualitas Ignatian, yaitu 'menemukan Allah dalam segala sesuatu atau menghayati segala sesuatu dalam Allah' (contemplativus in actione).  Allah hadir dan berkarya dimana-mana dan kapan saja, tak terikat oleh ruang dan waktu.

Mayoritas waktu dan tenaga kita hemat saya untuk bekerja, sibuk mengerjakan sesuatu guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga, maka baiklah saya mengingatkan dan mengajak anda sekalian:

hendaknya selama bekerja atau sibuk melakukan atau mengerjakan sesuatu senantiasa di dalam Allah, artinya bekerja sebaik mungkin, tidak melakukan kejahatan atau korupsi sedikitpun. Hidup jujur dan disiplin hemat saya pada masa kini sungguh mendesak dan up to date untuk dihayati dan disebarluaskan, maka marilah kita bersama-sama berusaha hidup dan bertindak jujur serta disiplin. Hendaknya anak-anak sedini mungkin dididik dan dbiasakan hidup dan bertindak jujur serta disiplin.

 

"Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!" Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku:

"Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukangperiuk." (Mzm 2:6-9)


Ign 4 Mei 2012

3Mei

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup"

(1Kor 15:1-8; Yoh 14:6-14)

" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." (Yoh 14:6-14), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St Filipus dan St.Yakobus, rasul, pada hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Hidup terpanggil sebagai seorang rasul berarti hidup dan bertindak mengikuti Yesus, yang tidak lain adalah 'jalan, kebenaran dan hidup'. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, entah secara formal maupun informal, berarti memiliki tugas perutusan untuk merasul, menghayati dimensi kerasulan dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hari dimana pun dan kapan pun: "berjalan melalui jalan yang telah ditempuh oleh Yesus, hidup dan bertinda sesuai dengan kebenaran-kebenaran yang disampaikan atau diajarkan oleh Yesus, dst..". Berjalan melalui jalan yang telah ditempuh  oleh Yesus berarti menelusuri 'via dolorosa'/jalan penderitaan atau kesengsaraan untuk menuju ke kemuliaan, kebahagiaan dan keselamatan sejati selama-lamanya. Sekali lagi saya angkat bahwa kesengsaraan atau penderitaan yang lahir dari kesetiaan dan ketaatan pada panggilan dan tugas pengutusan adalah jalan keselamatan dan kebahagiaan sejati, maka ketika harus menderita atau sengsara karena kesetiaan dan ketaatan tersebut hendaknya tetap ceria, tegar dan tabah, karena dengan demikian kita pasti mampu mengatasi atau melewatinya. Kebenaran-kebenaran yang disampaikan atau diajarkan oleh Yesus telah direfleksikan dan dibukukan ke dalam Kitab Suci yang kita miliki saat ini, maka hendaknya jika anda memiliki Kitab Suci sungguh dibaca dan direnungkan. Demikian pula kami ingatkan untuk membaca dan memahami aneka tulisan perihal iman, antara lain Katekismus, dokumen-dokumen Vatikan II, Hukum Gereja dst.., karena di dalamnya diuraikan aneka kebenaran yang berguna bagi keselamatan dan kebahagiaan hidup kita masa kini maupun kelak ketika kita dipanggil Tuhan.

·   "Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu -- kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya." (1Kor 15:1-2). Injil telah ditulis dan disebarluaskan sejak dua ribu tahun lalu dan sampai kini masih up to date, terus menerus dibaca, direnungkan, diuraikan serta dengan rendah hati dihayati dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hari. Sejarah telah membuktikan bahwa mereka, yang sungguh percaya pada Injil, hidup bahagia, damai sejahtera dan selamat selama-lamanya, bahkan nama-nama mereka dikenang oleh orang di kemudian hari, misalnya dipakai sebagai nama baptis, dijadikan pelindung karya atau organisasi, dst.. Maka marilah kita hidup dan bertindak dengan pedoman atau pegangan Injil. Hidup dan berindak berpegang atau berpedoman pada Injil ketika kita harus menghadapi gelombang kehidupan yang dahsyat, kita tetap teguh berdiri, tak tegoyahkan oleh aneka godaan atau rayuan setan yang menggebu-gebu. Kita dapat belajar dari atau meneladan Yesus yang tetap tegar, tabah, sabar dan tenang dalam menghadapi aneka cemoohan, ejekan serta aneka perlakuan kasar dan keras yang menyakitkan. "Jer basuki mowo beyo" = untuk memperoleh hidup mulia dan bahagia harus sedia berjuang dan berkorban, demikian kata sebuah pepatah, yang selayaknya juga dapat menjadi acuan atau pedoman cara  hidup dan cara bertindak kita dimana pun dan kapan pun.

"Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari"

(Mzm 19:2-5)

Ign 3 Mei 2012