Fans Page Facebook http://imankatolik.or.id

imankatolik.or.id on Facebook

Selasa, 11 September 2012

12 Sept

"Berbahagialah  hai kamu yang miskin karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah."
(1Kor 7:25-31; Luk 6:20-26)

" Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu." (Luk 6:20-26), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Orang miskin yang baik, bermoral atau berbudi pekerti luhur pada umumnya memiliki keterbukaan yang baik terhadap segala kemungkinan dan kesempatan untuk melakukan apa yang baik, menyelamat-kan dan membahagiakan, terutama kebahagiaan dan keselamatan jiwa manusia. Sikap mental macam itulah kiranya yang dimaksudkan oleh Yesus dalam sabda-sabdaNya di atas ini. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan segenap umat beriman atau beragama untuk sungguh 'berjiwa miskin', senantiasa memiliki keterbukaan terhadap aneka sentuhan dan kasih Allah melalui ciptaan-ciptaanNya, terutama melalui sesama manusia. Orang yang berjiwa miskin juga rendah hati dan rendah hati merupakan keutamaan yang terutama dan dasar di antara keutamaan-keutamaan lainnya. Keterbukaan atau kerendahan hati pada umumnya juga dimiliki oleh anak-anak kecil atau bayi-bayi, maka dengan ini kami berharap kepada para orangtua atau bapak itu yang memiliki anak kecil atau bayi untuk mengisi keterbukaan anak atau bayinya dengan apa-apa yang baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur, lebih -lebih pada masa balita anak-anak. Suarakan dan perilhatkan apa-apa yang baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur dihadapan anak-anak balita, sehingga anak-anak kemudian juga akan tumbuh berkembang  menjadi pribadi yang baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur. Tentu saja kami juga berharap kepada para orangtua maupun para guru atau pendidik juga memiliki kerendahan hati dan keterbukaan: mendengarkan dengan rendah hati suka-duka anak-anak atau peserta didik untuk selanjutnya ditanggapi sesuai dengan kehendak Allah. Marilah kita semua, umat beriman dan beragama, berlomba untuk berjiwa miskin dan rendah hati dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hari dimana pun dan kapan pun.

·   "Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri; dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli; pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu." (1Kor 7:29-31). Masa hidup kita semua memang singkat, dan kapan saja serta dimana saja masa hidup kita dapat berakhir alias sewaktu-waktu kita dapat meninggal dunia atau dipanggil Tuhan. Paulus mengingatkan kita semua untuk menghayati dan menyikapi segala sesuatu yang kita miliki dan kuasai sebagai anugerah Tuhan yang harus digunakan atau difungsikan sesuai dengan kehendak Tuhan. Suami maupun isteri adalah anugerah Tuhan, maka para suami-isteri hendaknya setia pada kehendak Tuhan alias setia pada janji yang telah diikrarkan untuk saling mengasihi baik dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit sampai mati. Hendaknya kita semua memfungsikan anggota-anggota tubuh kita sedemikian rupa sehingga kita semakin dikasihi oleh Tuhan maupun saudara-saudari kita, demikian juga menggunakan aneka kekayaan dan sarana-prasarana untuk semakin memuliakan, memuji, menghormati dan mengabdi Tuhan. Semakin tua, semakin kaya, semakin pandai, semakin terampil, dst.. hendaknya juga semakin rendah hati dan suci. Marilah kita sadari dan hayati bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini akan berlalu dengan cepat, termasuk tubuh kita yang kekar, sexy, mempesona dan menawan karena tampan atau cantik.

"Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya! Keindahan belaka puteri raja itu di dalam, pakaiannya berpakankan emas. Dengan pakaian bersulam berwarna-warna ia dibawa kepada raja; anak-anak dara mengikutinya, yakni teman-temannya, yang didatangkan untuk dia" (Mzm 45:11-12.13-15)
Ign 12 September 2012

Senin, 10 September 2012

11 sept

"Pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman"
(1Kor 6:1-11; Luk 6:12-19)

"Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya" (Luk 6:12-19), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Di dalam hidup kita sehari-hari kiranya kita harus menghadapi aneka tawaran dan ajakan yang harus kita pilih dan kerjakan. Demikian juga dalam waktu-waktu tertentu kita dihadapkan suatu pilihan yang sangat menentukan masa depan hidup kita, misalnya memilih jalan hidup untuk berkeluarga atau tidak menikah dengan menjadi imam, bruder atau suster. Untuk hidup berkeluarga juga harus memilih calon suami atau isteri mana yang cocok atau sesuai agar hidup berkeluarga bahagia dan sejahtera sampai mati. Sabda hari ini mengingatkan kita semua bahwa dalam menentukan pilihan hendaknya diawali dengan berdoa lebih dahulu, sebagaimana dilakukan oleh Yesus sebelum memilih dua belas rasul. Sabda hari ini kiranya juga mengingatkan kita semua perihal pemilihan Paus yang disebut 'konklaf', dimana para kardinal yang memiliki hak pilih untuk memilih atau dipilih menjadi Paus berkumpul di ruang/kamar tertutup untuk berdoa sebelum menentukan pilihan. Demikian juga pemilihan Uskup dll.  Karena kebanyakan dari kita pada umumnya akan hidup berkeluarga, maka dengan ini kami ingatkan rekan muda-mudi untuk sungguh cermat dan teliti serta diiringi dengan doa dalam menentukan calon suami atau isteri. Hendaknya memilih calon yang sungguh dapat menjamin kelangsungan hidup saling mengasihi sebagai suami-isteri sampai mati, dan ingatlah bahwa cintakasih lah yang akan menjadi tali pengikat hidup bersama anda. Maka hendaknya dalam dan dengan cintakasih sejati memilih dan menentukan calon suami atau isteri. Kepada kita semua kami ingatkan: setiap saat kita dihadapkan pada aneka tawaran dan ajakan, maka pilihlah yang lebih menyelamatkan jiwa manusia, baik jiwa anda sendiri maupun jiwa orang lain.

·   "Tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita." (1Kor 6:9-11). Kita semua kiranya mendambakan "mendapat bagian dalam Kerajaan Allah", artinya mendambakan hidup bahagia dan damai sejahtera jiwa kita. Jika kita sungguh mendambakan hal itu, maka kita diharapkan meninggalkan percabulan, penyembahan berhala, perzinahan, mabuk, fitnah, penipuan dst.. Pada masa kini kiranya yang perlu diperhatikan adalah percabulan, penyembahan berhala dan perzinahan, mengingat dan memperhatikan dampak semangat sikap dan tindakan materialistis yang terjadi. Kemajuan dan perkembangan ekonomi dan tehnologi tanpa sadar telah menggilas sikap mental banyak orang tumbuh berkembang bersikap mental materialistis, yang kemudian berkembang ke dalam aneka bentuk perzinahan dan percabulan. Orang lebih mengutamakan uang atau harta benda  di atas segalanya, demikian lebih mengutamakan kenikmatan fisik, entah dalam hal makanan dan minuman maupun seks. Sebagai orang beriman marilah  kita bersama-sama memberantas aneka bentuk percabulan, perzinahan maupun penyembahan berhala. Kami berharap mereka yang berpengaruh dalam hidup dan kerja bersama dapat menjadi contoh atau teladan hidup baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur serta tidak bersikap mental materialistis. Para pemuka agama hendaknya terus-menerus memerangi aneka percabulan, perzianahan dan penyembahan berhala, dan tentu saja juga tidak melakukannya dalam bentuk apapun.

"Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh. Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka! Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan." (Mzm 149:1-4)
Ign 11 September 2012

Minggu, 09 September 2012

10 sept

Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat"
(1Kor 5:1-8; Luk 6:6-11)

" Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri. Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus" (Luk 6:6-11), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Hari Sabat adalah hari yang dikhususkan bagi Allah, namun baiklah kita sadari dan hayati bahwa semua hari diciptakan oleh Allah dan sangat tergantung pada Allah juga. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat adalah tokoh-tokoh bangsa Yahudi yang begitu mengetengahkan atau mengedepankan aneka tata tertib dan peraturan, buatan manusia, dalam hidup sehari-hari. Dalam Warta Gembira hari ini kita diingatkan bahwa yang penting atau utama adalah perbuatan baik, bukan peraturan atau tata tertib, apalagi hemat saya peraturan atau tata tertib dibuat dan diberlakukan untuk membantu orang melakukan apa yang baik. Maka meskipun hari Sabat atau bagi kita masa kini hari Minggu, yang dikhususkan oleh Tuhan, hendaknya kita tetap berpegang teguh pada tujuan atau maksud aturan dan tata tertib dibuat dan diberlakukan, dengan kata lain hendaknya kita lebih berpedoman pada nilai-nilai moral, tidak berhenti pada nilai-nilai hukum apalagi sopan santun. Dengan kata lain sebagai umat beriman hendaknya kita hidup dan bertindak dijiwai oleh iman, sehingga dalam dan dengan semangat iman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dan buah dari cara hidup dan cara bertindak kita adalah keselamatan jiwa manusia. Demi keselamatan jiwa manusia hendaknya kita tidak takut jika harus melanggar aturan atau tata tertib, karena nilai atau norma moral lebih tinggi atau mengatasi nilai hukum. Secara khusus kami ingatkan para penegak dan pejuang kebenaran di dalam proses pengadilan hendaknya juga lebih mengutamakan keselamatan jiwa manusia, bukan harta benda atau fisik.

·   "Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran" (1Kor 5:7-8), demikian peringatan Paulus kepada umat di Korintus, kepada kita semua umat beriman. Kita diajak dan diingatkan untuk berpesta dengan ragi baru, yaitu "kemurnian dan kebenaran", maka marilah kita saling bekerjasama mengusahakan hidup murni dan benar, yang berarti tidak pernah melakukan sesuatu  yang buruk dan jahat sekecil apapun, sebaliknya dalam hal atau perkara sekecil apapun senantiasa ditanggapi dan dikerjakan dengan cintakasih yang besar. Hendaknya dijauhkan dari kita aneka bentuk kepalsuan dan kebohongan, maklum pada masa kini berkembang begitu pesat aneka bentuk pemalsuan dan kebohongan, antara lain dalam hal makanan, minuman maupun wangi-wangian dst.. Yang mungkin baik kami ingatkan adalah hendaknya kita hidup dan bertindak  sesuai dengan kehendak dan perintah Allah, yang secara konkret dapat kita hayati dengan mengikuti proses kehidupan sesuai dengan karya penciptaan. Hendaknya jangan cepat-cepat kaya atau pandai alias melakukan korupsi, tetapi berproseslah, karena apa-apa yang diperoleh dengan cepat-cepat pada umumnya dengan cepat-cepat pula hilang atau musnah. Kami juga mengingatkan kita semua: jangan terlalu banyak mengkonsumsi aneka makanan dan minuman dalam kemasan atau instant, karena jika anda mengkosumsi terus menerus jenis makanan dan minuman instant atau dalam kemasan tersebut, maka daya tahan tubuh anda lemah dan dengan demikian akan mudah kena penyakit atau cepat mati, tidak umur panjang. Cukup banyak contoh di dalam kehidupan bersama kita dimana orang yang terbiasa mengkonsumsi makanan atau minuman instant mudah jatuh sakit dan cepat mati.

"Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu.Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu." (Mzm 5:5-7)
Ign 10 September 2012