Fans Page Facebook http://imankatolik.or.id

imankatolik.or.id on Facebook

Selasa, 22 Mei 2012

23 Mei


"Supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran."

(Kis 20:28-38; Yoh 17:11b-19)

" Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran." (Yoh 17:11b-19), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Sebagai orang beriman atau beragama kita semua diharapkan senantiasa kudus/suci, baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur alias tidak pernah melakukan kejahatan atau berdosa sedikitpun. Ingatlah, sadari dan hayati bahwa kita semua berasal dari sorga atau Allah, dan ketika dilahirkan atau diciptakan oleh Allah kita dalam keadaan baik, suci adanya. Memang dalam perjalanan waktu, semakin tambah pengalaman dan tambah usia pada umumnya kita juga bertambah dosa-dosanya, maka baiklah bahwa kita masih dianugerahi hidup sampai saat ini, yang tidak lain karena belas kasih dan kemurahan hati Allah. Karena belas kasih dan kemurahan hatiNya yang melimpah ruah, marilah kita senantiasa hidup dan bertindak dalam syukur dan terima kasih. Syukur dan terima kasih tersebut kita wujudkan dalam hidup sehari-hari dengan berusaha hidup baik, melakukan apa yang baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur. Untuk itu kami harapkan kita juga tidak membenci siapapun, meskipun yang bersangkutan telah melukai atau menyalahi diri kita, melainkan hendaknya dengan rendah hati kita mengampuni mereka, sebagaimana sering kita doakan setiap hari dalam Doa Bapa Kami "ampunilah kami seperti kami pun senantiasa mengampuni yang bersalah kepada kami". Marilah kita hidup saling mengasihi dan mengampuni kapan pun dan dimana pun tanpa pandang bulu, sehingga kehidupan bersama kita sungguh baik dan dengan demikian kondusif bagi kita semua yang mengusahakan kesucian hidup. Hidup suci berarti senantiasa membaktikan diri seutuhnya kepada Yang Ilahi, kepada Allah yang telah menciptakan dan mengasihi kita tanpa batas.

·   "Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapa pun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima" (Kis 20:33-35), demikian kata Paulus, rasul agung kepada para pendengarnya. Pengalaman Paulus ini kiranya baik untuk menjadi permenungan atau refleksi kita, sebagai umat beriman atau beragama. Cara hidup dan cara bertindak kita diharapkan tidak mengganggu atau menjadi beban bagi orang lain alias bagaikan benalu, yang senantiasa mengganggu yang lain. Marilah kita hidup sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sehari-hari. Kepada yang berlebihan kami harapkan bersikap sosial dengan menghayati kata-kata Paulus "adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima". Berlebihan di sini tidak hanya secara materiel, kaya akan harta benda atau uang, tetapi juga dalam hal waktu dan tenaga. Pemberian waktu dan tenaga bagi orang lain merupakan wujud cintakasih yang tak tergantikan dengan cara lain apapun, karena hemat saja wujud cintakasih yang utama dan pertama-tama adalah pemborosan waktu dan tenaga bagi yang terkasih. Kami harapkan para orangtua dapat menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam hal memberi daripada menerima, sebagaimana anda sebagai suami-isteri telah saling memberikan diri sepenuhnya satu sama lain sebagai wujud saling mengasihi baik dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit, selama-lamanya, sampai mati. Kebahagiaan sejati memang lebih terletak dalam memberi bukan menerima.

"Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami. Demi bait-Mu di Yerusalem, raja-raja menyampaikan persembahan kepada-Mu"

(Mzm 68:29-30)

Ign 23 Mei 2012

 


Senin, 21 Mei 2012

22 Mei


"Aku berdoa untuk mereka"

(Kis 20:17-27; Yoh 17:1-11a)

"Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu  dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu" (Yoh 17:1-11a), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Sebagai orang beriman kita diharapkan mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan serta menghayati diri bahwa Tuhan senantiasa menyertai dan mendampingi kita. Ingatlah, sadari dan hayati bahwa Tuhan berkarya terus menerus tanpa kenal waktu dan tempat untuk mendampingi dan menyertai kita atau mendoakan kita agar kita tetap setia dalam penghayatan iman. Maka meskipun sendirian dimana pun dan kapan pun kami harapkan tetap setia pada iman kita masing-masing. Secara khusus kami ingatkan rekan-rekan Kristen maupun Katolik, yang sering merasa sendirian di tempat kerja atau di masyarakat, untuk tetap tabah, tegar dan berani menghayati ajaran Yesus maupun meneladan cara hidup dan cara bertindakNya. "Mereka telah menuruti FirmanMu", demikian kutipan doa Yesus. Kita dipercaya oleh Yesus bahwa kita telah mentaati dan melaksanakan firman atau sabda Tuhan, maka hendaknya kepercayaan ini tidak disia-siakan; jadilah orang atau pribadi yang dapat dipercaya. Orang yang dapat dipercaya akan sungguh digunakan atau difungsikan untuk melakukan pekerjaan atau tugas yang berat dan mulia, dan meskipun dalam mengerjakan hanya sendirian saja pasti tetap dipercaya. Dari pengalaman dan pengamatan saya pribadi, saya dapat menyaksikan bahwa rekan-rekan Kristen atau Katolik sering dipercaya dalam pengelolaan atau pengurusan keuangan dan harta benda organisasi atau pemerintahan, karena memang dapat dipercaya dan tidak melakukan korupsi alias jujur dan disiplin. Kesaksian anda dalam kerja dan masyarakat sungguh merupakan bentuk penghayatan missioner yang utama dan tak tergantikan oleh cara lain apapun.

·   "Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu." (Kis 20:28-29), demikian kata Paulus kepada para pengikutnya. Kata-kata ini mungkin baik menjadi permenungan atau refleksi bagi para gembala umat beserta para pembantunya: para uskup, imam, pengurus dewan paroki/stasi/wilayah atau lingkungan dst.. Godaan dan rayuan setan melalui aneka cara dan bentuk pada masa kini mengancam kehidupan iman umat Allah, maka hendaknya para gembala beserta para pembantunya sungguh menggembalakan dengan baik, dengan meneladan Gembala Utama, Yesus Kristus. Fungsi gembala antara menjadi 'teladan, pemberdaya dan pemberi motivasi' bagi umat Allah dalam rangka penghayatan iman dalam hidup sehari-hari. Pada masa kini hemat saya yang mendesak dan up to date untuk dihayati dan disebarluaskan adalah keteladanan atau menjadi inspirator bagi umat Allah. Kehadiran dan sepak terjang para gembala beserta para pembantunya dimana pun dan kapan pun hendaknya menjadi inspirasi bagi umat Allah dalam hidup beriman, bermasyarakat,  berbangsa dan bernegara. Para moderator gerakan atau organisasi gerejawi hendaknya sungguh dapat menjadi inspirator bagi mereka yang harus didampingi.

"Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita. Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut."

 (Mzm 68:20-21)

Ign 22 Mei 2012


21 Mei



"Dalam dunia kamu menderita penganiayaan"

(Kis 19:1-8; Yoh 16:29-33)

" Kata murid-murid-Nya: "Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah."Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." (Yoh 16:29-33), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Hidup mendunia atau berpartisipasi dalam seluk beluk dunia secara disiplin dan jujur pada masa kini memang akan menghadapi aneka tantangan, hambatan atau masalah atau penderitaan, mengingat dan memperhatikan tindakan korupsi masih merebak disana-sini, entah di pemerintahan maupun di dalam aneka usaha swasta. Namun demikian kami berharap kepada segenap umat beriman atau agama atau anda sekalian untuk tetap disiplin dan jujur dalam cara hidup dan cara bertindak dimana pun dan kapan pun, karena Allah senantiasa menyertai dan mendampingi kita. Bersama dan bersatu dengan Allah kita pasti mampu mengatasi aneka masalah, hambatan dan penderitaan. Ingatlah, sadari dan hayati bahwa penderitaan yang lahir dari kesetiaan dan ketaatan pada iman, panggilan dan tugas pengutusan adalah wahana atau jalan menuju ke kebahagiaan atau kesejahteraan sejati. Hidup dan bertindak disiplin serta jujur memang akan hancur untuk sementara tetapi akan bahagia dan mulia selamanya. "Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkan hatimu, Aku telah mengalahkan dunia", demikian sabda Yesus, yang kiranya dapat menjadi pegangan cara hidup dan cara bertindak kita dalam mendunia. Dengan menderita dan wafat di kayu salib Yesus telah mengalahkan dunia, maka ketika anda harus menderita hendaknya menatap atau mengenangkan Yang tersalib, karena dengan demikian akan memperoleh rahmat kekuatan dalam menghadapi penderitaan serta mampu mengatasi penderitaan. Sekali lagi saya angkat bahwa rekan-rekan perempuan yang pernah mengandung dan melahirkan anak kiranya memiliki pengalaman ini, yaitu ketika sedang dan akan melahirkan anaknya.

·   "Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah" (Kis 19:8),demikian berita yang menggembirakan perihal Paulus. Keberanian Paulus ini kiranya dapat menjadi teladan atau inspirasi bagi kita semua dalam rangka hidup disiplin dan jujur di dalam hidup dan pekerjaan kita setiap hari. Dalam hal keberanian ini kiranya kita juga dapat meneladan para pahlawan bangsa kita, yang dengan berani memikul resiko dalam rangka melaksanakan panggilan atau tugas pengutusan. "Berani memikul resiko adalah sikap dan perilaku yang sampai batas-batas tertentu tidak takut menghadapi akibat apa pun untuk mempertahankan ketetapan yang telah dipilihnya. Ini diwujudkan dalam perilaku yang mau menanggung akibat apapun. Perilaku ini diwujudkan dalam hubungannya dengan diri sendiri" (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka- Jakarta 1997, hal 10). Kami percaya bahwa anda semua telah atau sedang harus melakukan aneka ketetapan yang terkait dengan hidup, panggilan dan tugas pengutusan anda masing-masing, maka kami harapkan tidak mundur meskipun harus menghadapi aneka tantangan dan penderitaan, hadapi dengan berani dan bergairah, penuh semangat. Dalam kegairahan dan semangat kinerja syaraf dan metabolisme darah kita akan berfungsi secara prima sehingga kita memiliki kekuatan prima dalam menghadapi aneka tantangan dan penderitaan. Sebagai orang beriman kita dipanggil untuk mewartakan Kerajaan Allah atau Allah yang meraja dimana pun dan kapan pun, artinya mengajak dan mendorong siapapun untuk dengan rendah hati dirajai atau dikuasai oleh Allah sehingga cara hidup dan cara bertindak sesuai dengan kehendak dan perintah Allah alias baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur. Marilah dengan berani kita tegor dan ingatkan saudara-saudari kita yang melakukan korupsi atau berselingkuh agar bertobat.

"Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah. Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! " (Mzm 68:2-5a)

Ign 21 Mei 2012